Sabtu, 21 April 2012

Nama : Anisatul Farihah Nim : 2222100242 Kelas : 4 A / Diksatrasia APRESIASI DRAMA SANG KURIANG Karya : Utuy Tatang Sontani

Tugas kali ini membaca drama Sang Kuriang karya Utuy Tatang Sontani, halaman buku berjumlah 57 halaman ini mengisahkan cerita yang berbeda yakni dalam bentuk penulisannya berupa pantun dan gurindam, bukan tulisan yang bisanya saya baca sebelum membaca drama sang kuriang. Dalam drama ini ada penambhan tokoh yakni Arda Lepa yang sering disebut mamang oleh Dayang Sumbi, menurut Bahasa Indonesia mamang atau paman adalah adik dari orangtua laki-laki atau perempuan. Paman tersebut hanya sebutan saja atau adik dari orangtua Dayang Sumbi 
Dalam  drama Sang Kuriang, tokoh Sangkuriang merupakan lelaki yang pantang menyerah. Kematian Dayang Sumbi tidak membuatnya menyerah, misalnya dengan mengakui Dayang Sumbi sebagai ibunya. Malahan, kematian Dayang Sumbi dengan bunuh diri dianggap tantangan baginya sehingga ia menerima tantangan itu dengan melakukan bunuh diri pula.
Dalam drama ini terdapat beberapa lakon atau peran yakni:
·         Lakon pertama: Dayang Sumbi sudah bicara kepada Sang Kuriang bahwa ia adalah ibunya.
·         Lakon kedua: si Tumang belum terbunuh setelah mengetahui bapak sangkuriang yang dayang sumbi ceritakan. Dalam lakon kedua ini ada tokoh baru yakni Raja Siluman yang membisikan pikiran sangkuriang. Bujang atau bibi yang selalu menemani dayang sumbi. Pada saat tumang bapak dari sangkuriang ingin memeluk, ditikam atau dibunuh oleh sangkuriang.
·         Lakon tiga: sangkuriang tetap memaksa ingin menikahi Dayang Sumbi, walaupun ibunya tersebut sudah menceritakan bahwa ia anaknya. kemudian Dayang Sumbi meminta syarat walau sebenarnya hatinya tidak menginginkan menikah dengan anaknya. Persyaratan itu membuat bendungan Citarum dan perahu untuk berlayar diatasnya. Harus sudah selesai sebelum fajar.
·         Lakon pertama: perahu dan telaga hampir selesai bekerja di malam hari, Dayang Sumbi seorang ibu merasa takut, cemas dan khawatir. Kemudian meminta Arda Lapa untuk membaka hutan agar api besinar-sinar menyerupai sinar fajar. Agar sangkuriang merasa fajar telah tiba dan merasa kesiangan.
·         Lakon kedua: Sang Kuriang merasa kesiangan. Namun tekadnya sangat keras. Ia mengejar Dayang Sumbi untuk dinikahi. Dayang Sumbi berlari dan bunuh diri dengan kujang (senjata penikam hasil kebudayaaan Sunda). Kemudian Sang Kuriang bunuh diri karena ingin terus mengejar Dayang Sumbi.
ini termasuk drama duka, yang menggambarkan kejatuhan atau keruntuhan tokoh utama, juga melukiskan tikaian diantara tokoh utama dan kekuatan yang luar biasa yang berakhir dengan malapetaka atau kesedihan—tragedi. Dialog dalam drama ini amat mirip dengan pantun, dimana dalam dialognya yang kebanyakan empat baris lariknya sama (a, a, a, a) atau baris pertama sama dengan baris ketiga, yang baris kedua sama dengan baris keempat (a, b, a, b).
Awal mula sangkuriang terlahir karena pada saat Dayang Sumbi sedang merajut atau menenun, taropongnya terjatuh karena Dayang Sumbi mengantuk maka ia meminta kepada seseorang untuk mengambilnya ketika itu dia menjanjikan ucapannya yakni barang siapa yang berhasil mengambil taropong (alat tenun yang sewaktu menenun tidak boleh lepas dari tangan si penenun) jika ia perempuan akan dijadikan saudara sedangkan jika ia laki-laki akan dijadikan suami. Andai saja dayang sumbi tidak berbicara seperi itu mungkin tak akan ada pernikahan dengan si tumang dan mungkin tak ada sangkuriang, dayang sumbi dalam cerita drama tersebut tekesan seperti malas untuk mengambil taropong, Tanpa Dayang Sumbi pikirkan dengan ucapannnya itu akhirnya taropong ditemukanlah oleh si tumang anjing hitam, mau tak mau Dayang Sumbi harus menikahi si Tumang itu dan kemudian melahirkan anak bernama sangkuriang. Oleh karena itu pesan yang tersampai kepada saya pembaca adalah jangan malas untuk melakukan sesuatu walau itu berat dan jangan sesekali berbicara yang menjanjikan akan tetapi tak sanggup untuk melakukannya.
Sebuah kisah cerita yang aneh untuk saya ulas, seorang anak tega ingin menikahi ibunya sendiri. Memang di maklumi puluhan tahun ibu dan anak tersebut berpisah antara jarak dan waktu, tapi dengan adanya bukti-bukti yang benar dan akurat harusnya sang kuriang memikirkan kembali niat buruknya itu. Apalah arti cinta kalau hanya sepihak saja, jangan terlalu memaksakan diri karena nafsu birahi yang berlebihan. Semuanya hanya akan membuat kesengsaraan dan tidak akan mendapat hasil yang baik. Apa yang dilakukan Dayang Sumbi dengan cara memberikan syarat benar adanya yakni dengan membuat telaga citarum dan perahu dalam jangka hanya satu malam saja, dayang sumbi mengira kalau sangkuriang tidak akan mampu malakukannya tapi ternyata tidak demikian justu sangkuriang menyanggupi hal itu karena ia di bantu oleh raja siluman, hampir saja selesai namun kehawatiran dan kecemasan dayang sumbi mulai tak karuan, akhirnya ia menyuruh Arda Lepa untuk membakar hutan agar sangkuriang mengira hari sudah terbit fajar. Seandainya saja tidak ada pembakaran hutan pasti dayang sumbi dinikahi oleh sangkuriang yang bersikeras itu. kalau dianalogikan berarti Dayang Sumbi memberi harapan kepada Sang Kuriang dengan memberi persyaratan, siapa laki-laki yang tidak takut dengan tantangan,  apa yang ia inginkan kalau sudah kuat pasti akan ia perjuangkan. Jangan main-main dengan perbuatan. Karangan drama utuy tatang sontani ini memberi pesan yang sama bahwa anak tidak boleh menikahi ibunya yang melahirkan, bagaimana atau bentuk apapun, Seorang ibu harus kita patuhi atas pengorbanannya yang melahirkan kita di dunia. Pada saat rasul ditanya oleh sahabat, “ya rasul siapa orangtua paling harus aku hormati, kemudian rasul menjawab dengan sebutan ibu sebanyak tiga kali, kemudian yang keempatnya adalah sebutan bapak. Sungguh besar perjuangan ibu sampai-sampai ia harus bertaruh nyawa untuk melahirkan kita didunia. Oleh karenanya apabila masih ada ibu kita tentu sayangi dan hormatinya dengan setulus serta sepenuh hati. Karena hanya ibu yang benar-benar sayangnya tak terbalas.

Rabu, 18 April 2012

AkhwaT CaNtik


Akhwat adalah istilah populer –saat ini- untuk menyebut komunitas muslimah
berjilbab lebar, berbaju longgar. Walau berasal dari bahasa Arab, tapi menjadi familiar dikalangan pengiat dakwah. Akhwat, bermakna saudara perempuan (plural). Lawan kata dari Ikhwan. Tingginya aktivitas dan luasnya skala dakwah menjadikan akhwat mudah dikenal dengan mobilitasnya. Tentunya dengan baju khasnya, gampang diidentifikasi. Terutama di kampus-kampus yang merupakan lembah persemaian para intelektual muda. Identik juga dengan cap kesholehannya.
Siapa pula yang tidak ingin cantik? Beribu produk kecantikan lahir, ribuan alat penghias diproduksi untuk memanjakan wanita demi “rasa” cantik. Tak hanya didamba para wanita tapi kecantikan juga dipuja pria. Maka lahirlah milyaran puisi, jutaan syair, puluhan ribu lirik lagu melukiskannya. Betapa banyak ksatria rela mati demi kecantikan sang gadis. Kegagahan panglima takluk dalam kelembutan wanita, yang menurutnya cantik.
Akhwat cantik? Menjadi menarik, karena merupakan kombinasi antara kecantikan ragawi dan keindahan ukhrowi. Jika Anda seorang Akhwat, pasti merasa tersipu bahagia jika dikatakan cantik. Cantik menjadi dambaan. Tak ketinggalan pemutih kulit menjadi kosemetik paling populer di kalangan wanita (jika asumsi mainsteamnya, putih itu cantik). Jika Anda seorang ikhwan tentu memimpikan gadis cantik dan sholehah. Kombinasi yang wah. Keujung duniapun dikejar. Virus H2C (harap-harap cinta) bisa menggurita. Terbukti dari data penelitian sebuah Partai Dakwah, di Jakarta mayoritas (hampir 70%) ikhwan memilih menikahi akhwat karena tampilan luar. Para orangtua pun menjadi pihak yang paling repot jika anak gadisnya yang cantik menjadi incaran para pemuda. Maka bayangkanlah Anda menjadi orang tua seorang Akhwat yang cantik. Belum selesai kuliah sudah banyak yang melamar. Malah baru semester II sudah dipesan. Berharap bisa dipersunting orang kaya? Wajar. Cantik sih..
Seorang temen berujar, “Temen Akhwatnya cantik-cantik ya..,” really? Ah.. tetapi cantik itu relatif tiap bagi orang. Abstrak dan subyektif. Yang jelas kecantikan seperti pisau bermata dua. Disatu sisi menyejukan disisi lain melenakan dan menyesatkan. Betapa banyak wanita cantik tapi hatinya busuk, padahal kita kadung mengaguminya. Adalah sangat tidak adil ketika kita berteman, memilah yang cantik dan ganteng saja. Malah teman sejati dan sehati kita malah kebanyakan yang biasa-biasa saja. Tapi kita merasa tenteram. Justru yang cantik malah terlihat angkuh. Kita merasa nyaman bersahabat bukan karena mukanya toh! Saling mengerti dan menyayangi tidak dibangun dari warna kulit. Tapi dibangun dengan hati. Banyak Artis cantik diceraikan oleh suaminya. Tau kenapa? Karena rasa cantik itu telah sirna! Ternyata cantik itu adalah rasa, bukan benda. Kecantikan juga membuat sebagian orang besar kepala. Bisa menundukkan orang lain. Sombong dan berbangga diri. Hingga lupa bahwa dia cuma seonggok daging yang melapisi tulang.
Cantik adalah ujian (fitnah), bukan anugerah seperti yang diploklamirkan orang banyak. Sebagaimana buruk rupa juga ujian. Dan sebagaimana BBS (biasa-biasa saja/ alias cantik engga..jelek juga engga…) juga ujian. Bukankah bagi Allah yang paling mulia adalah yang paling taqwa? Kecantikan hakiki itu dalam diri kita (inside) bukan luar tubuh kita (outside). Mengapa harus risau? Jawabannya, karena mata kita “tukang tipu”. Menyesatkan. Seorang bijak mengatakan “jika ingin matamu tidak tertipu kemilau dunia, jadilah seorang buta”. Maka dalam hal ini, beruntunglah orang-orang yang buta. ^_^Padahal, yang fisik itu sangat dekaden, sangat bergantung pada ukuran waktu; tidak abadi. Kemanusiaannya itu yang abadi, dan ini, yang mestinya menjadi alasan mendasar relasi antara anak manusia , atau antara laki-laki dan perempuan. Akhwat cantik, so what..

Sabtu, 07 April 2012

cinta sejati


Waktu Terasa semakin berlalu…

Tinggalkan Cerita tentang kita

Akan tiada lagi kini tawamu

Tuk Hapuskan semua sepi
dihati…



Ada cerita tentang Aku dan
dia

Dan kita bersama saat dulu kala

Ada cerita masa yang indah

Saat kita berduka saat kita tertawa

( Peterpan )


Ku masih dan selalu saja meratapi
diriku. Entah sampai kapan ku akan terus seperti ini. Pekerjaanku sepulang sekolah adalah melamun dan selalu melamun. Sambil mendengarkan lagu cinta sejatiku Peter Pan. ku sudah hafal lagu itu, sebab hanya satu lagu itulah yang menjadi temanku sehari-hari. Lagu itu menyimpan kenangan atau seakan lagu itu adalah harapan.

Sambil terus mendengarkan Peterpan yang
diputar beberapa kali, ku memandangi foto lama di HP-ku. Gambar itu adalah seorang Gadis remaja kecil dan Lelaki remaja kecil berseragam biru-putih. Dua anak itu bergaya. Berpegangan tangan dengan wajahnya seperti menarik senyuman. Ku tertawa sendiri teringat dengan semua kisah masa laluku.

“ D’, a cakep nggak gini?” ku meminta pendapat Anis. Saat itu, Aku baru saja mencukur rambut.

“ Idih, Cakep ko.. daripada botak kaya kemaren!” ujar Anis kecil sambil tertawa.

“ Hmm.. masa sih d, kamu juga cakep d”

“ He” narsis banget sih kamu a”

“ kenapa ? ko Narsis!”

“ Ia, ini foto-foto aja”

“ Buat kenang-kenangan d’, kita kan mau lulus! Gimana-gimana juga, jelek-jelek juga, ni sekolah kan yang mempertemukan kita d”.

.

Ku tertawa lagi, tapi ia sadar bahwa semuanya adalah hanya kenangan masa lalu ketika ku bersekolah Menengah Pertama.

“
dimana Hati kamu sekarang, d? Apa ku gak bias nemuinnya lagi?”

Ku lelah. ku mematikan Audio Playern. Dan Peterpen pun berhenti menyanyi.



***



Nun jauh
disana, entah Anis sedang melakukan apa. Apakah sama juga sedang teringat pada masa laluanya bersamaku.

“ A… kamu
dimana? D’ takut a’ kenapa-napa…!” a’ kemana teriak anis penuh kekhawatiran ketika ku Pergi Kabur Meninggalkan Rumah .

Dan ku memang sedang terombang-ambing
diantara hidup dan mati ditengah masalah Hidupku itu. Aku pergi pergi meninggalkan Pulau Jawa. Pesan terakhirku saat itu ku bilang “ d’, kamu baik-baik ya dsini, insya allah nanti kita ktemu lagi, jaga diri baik-baik d’ ”.

Anis tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa menangis.

“ Aaaaaaaaaaaaaaaaa…!” teriaknya saat
disekolah dan mencertakan kepergiaanku kepada teman-teman yang lain.

Segera Anis bersama teman-teman yang lain mencoba mencariku. HP ku lobet, ia tak bias Kontek denganku, dan akupun tak bicara jika ku pergi kemana? Tapi ku juga merasa gelisah, hingga akhirnya ku Sempat SMS
dia menggunakan HP orang lain. Hingga aku berulang-ulang di- Telponnya, Hingga akhirnya ku Terayu olehnya tuk Pulang. 3 hari Kepergiaanku ternyata membuatku mengetahui berapa besar Sayang Anis untukku.

Hari-hari kita memang selalu berdua tak pernah terpisahkan. Berangkat dan pulang sekolah, selalu berdua. Mendapat Peran Teater pun menjadi pasangan Raja dan Ratu. Cinta sudah terpatri
dihatiku dengannya meski tak terucap kata cinta itu. Cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Padahal, orang tua ia tak setuju dengan ke akraban aku dengannya. Tapi, biar orang tua tak setuju. Kita berikrar tak akan pernah terpisah untuk selama-lamanya.



“ KR-EHB IS TRUE LOVE, AND ALWAYS TOGETHER FOREVER!” begitu janji ku pada Anis.

Dan kenyataan kita terpisah. Ternyata Aku tak seperti dulu dan Anispun bukan anis yang ku kenal dulu. Tapi sungguh ku masih sangat mencintainya.


***



Tiga tahun tentu bukanlah waktu yang sebentar, itu adalah waktu yang sangat lama untuk membangun sebuah Bangunan Cinta nan amat Kokoh . Selama sekian tahun itu, aku dan Anis bersama. Namun itu tak meluluhkan kerasnya Hati Anis sekarang, ia seakan tak acuh lagi denganku, dan sampai aku memutuskan tuk memcoba Membencinya.

“ D’… kenapa kamu sekarang? Tahukah kamu, aku sangat mencintaimu?” ku coba menitipkan kata pada angin yang bersiyur. Mudah-mudahan saja Anis mendengarnya
disana.

Tiga tahun runtuh seperti ini. Tak ka nada lagi lika-liku Cinta antara ku dengannya,, Jika ada sebuah Penghargaan munkin aku dengannya adalah Pasangan yang sangat banyak mendapatkan penghargaan, Pasangan Putus-Nyambung, Pasangan ter-unik, Ter-Aneh, Ter-, Ter- dech. Tapi kini hanya Harapan, seketika Hati Anis Membeku sekeras batu nana mat besar yang tak bisah terluluhkan lagi. Hancurlah harapanku untuk bisa slalu dengan cintanya itu.

“ Bagaimana jika ternyata Anis mengkhianatiku, lalu ia kini bersanding dengan orang lain” . Hati ku mulai berprasangka yang tidak-tidak, karena ku paling tak terima jika ia dekat dengan orang lain”.

“ Ah, tapi buat apa, aku tak terima! Itu Haknya,
dia mau punya Pacar baru tah, balikan ma pacar lamanya tah,, aku tak punya hak ngurusin dia lagi” Gertak hatiku, memarahi diriku yang Egois ini.

Ah, hatiku berperang, bergejolak pertarungan kata-kata antara Ego dan Hatinya.

“ Sekali lagi, aku yakinkan padamu, Mi. Anis bukan Siapa-siapa lagi untukmu. kamu tak punya hak lagi ngurusin
dia..” bisik hati Ku.

Disini kumelihat atap
dinding yang bolong. ku seperti melihat bayangan masa lalunya ketikaku Kabur dan Anis menangis khawatir. Huh!


***



Di kamar ini ku Sejenak Terdiam, mencoba Menerima semuanya yang telah terjadi. Yang Sudah, YA SUDAHLAH!! Mungkin ini adalah akhir dari Perjalananku dengannya,, dan langkah awal tuk melangkah kembali mencari Cinta sejatiku. Kucoba hapus Kesedihannku, Menutup Cerita bersamanya dan membuka Cerita baru. Aku sejenak Tenang, hatiku dan Egoku mulai Selaras, beberapa menit itu telah membuatku melupakan Kepedihanku. Saat ku berpaling ke
dinding kumelihat Boneka itu, boneka pemberiaan dari Anis. Huh, kembali Hatiku di Ingatkan kembali oleh Cerita lamaku bersama Anis. “Ya allah kapan ini semua akan berakhir, aku sudah tak tahan atas semua ini. Ya aku mencintainya, aku menyayanginya.. tapi ini semua tak bisa dipaksakan lagi” gemuruh Jiwaku bertanya kepada sang Ilahi.

Lagi-lagi aku harus berperang dengan Hatiku, entah sampai kapan ini semuanya berakhir… tapi ku tak mau begini, mungkin butuh waktu tuk hapus semuanya.

Pesanku untuknya ” Cinta ini memang tak Bisa karena Terpaksa, harus keTulusanlah yang bisa membuat Cinta Abadi, tapi bukan inilah Jalan terbaik yang kau Pilih. Tapi ya sudahlah ini semua telah Menjadi Keputusanmu” dan Permintaanku kepadanya ” Be the first woman I knew, my very dear. and looks beautiful and Sholeha always wherever you stepped your steps.
I love you, my parents. Di Jepang, dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya, sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya. Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan. Karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun. Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya, berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui. Sesampai didalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tsb dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya. Justru si Ibu yang tampak tegar. Dalam senyumnya, dia berkata, ‘Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa, Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini, rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sdh menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat. Ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai di rumah”. Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras. Kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal. *** “Orangtua” bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena pada saat engkau Sukses atau saat engkau dalam keadaan Susah, hanya ‘orangtua’ yang mengerti kita dan batinnya akan menderita jika kita susah. “Orangtua” kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita. Walaupun kita pernah kurang ajar kepada orangtua. Namun Bapak dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita. Mulai sekarang, mari kita lebih mengasihi orangtua kita selagi mereka masih hidup.

Kamis, 17 November 2011

Nama : Anisatul Farihah Nim : 2222100242 Kelas : 3 A / Diksatrasia APRESIASI NOVEL LASKAR PELANGI Karya : Andrea Hirata Novel yang berjudul laskar pelangi ini merupakan novel yang sangat sepektakuler dengan ciri khas yang menarik pembaca untuk menyelesaikannya dan mampu menyihir pemikiran paradigma pembaca untuk berfikir keritis, rasional, dan mampu berinteraksi dengan apresiasnya yang mendalam. Mulanya saya merasa jenuh dan membosankan saat pertama kali melihat tampilan novel ini karena beralasan dari halaman yang disediakan cukup banyak sekitar 534 halaman, namun apa daya ini adalah salah satu tugas mata kuliah apresiasi prosa fiksi maka saya harus sabar dan menyelesaikannya dengan seksama. Novel ini lebih tebal dan halamannya lebih banyak dibandingkan dengan novel sebelumnya yakni Presiden Prawiranegara yakni novel sejarah yang sama berkesannya dalam mencerahkan cakrawala pemikiran pembaca sehingga mampu untuk bisa berubah dari sikap keterpurukan. Isi motivasi yang disampaikan sangat menarik sekali dan bahasa yang disampaikan penulis sangat komnuikatif sehingga bisa di pahami pembaca akan tetapi ada bahasa yang kurang jelas dari isi novel itu bahasa yang digunakan menggunakan bahasa asing sehingga saya kurang paham, dengan cekatannya sepertinya penulis mungkin merasakan keawaman saya dalam pemahaman bahasa asing, maka di akhir cerita novel laskar pelangi dibahas lebih ulas dan akurat walapun sebenarnya ada catatan kaki dalam tiap halaman untuk menjelaskan kata yang belum dipahami itu. Ini merupakan hutang yang pembayarannya lunas karena ada pembahasannya di akhir cerita. Setelah membaca novel ini saya merasa ada di dekat penulisnya serasa ingin berbagi dan rasanya ingin di motivasi terus-menerus untuk kecemerlangan kehidupan yang nyata ini. Novel yang di terbitkan pertama kalinya ini bukan hanya sebagai bacaan sastra, namun sebagai referensi ilmiah, Yang kemungkinan jenuhnya para pembaca atau penikmat novel dengan sajian yang berbau pornografi, seks, dan hedronistik dan lain sebagainya kini setelah membaca laskar pelangi seperti disirami air untuk pohon-pohon dan tanaman yang kekeringan karena isi novel laskar pelangi yang disampaikan sangat bermutu dan ada isi ilmu pengetahauan yang belum tentu seseorang yang membaca mengetahui. Sehingga pantaslah karya-karya Andera Hirata dapat menjadi best seller. Yang kiranya seseorang yang menganalisis pula akan berfikir sama dengan apa yang saya pikirkan melalui tulisan ini. Kiranya pembaca atau penikmat novel ini terbayar dengan adanya laskar pelangi karena menjadi tolak ukur dan penyeimbang dalam sebuah buku kesastraan. Emosi yang bergejolak ada sedih, tawa, bahagia, senang, benci kiranya ada di buku laskar pelangi ini, bersatu padu menjadi satu sehingga sangat pas rasanya untuk di baca generasi muda, guru, dan siapapun. Novel ini bermula dari sekolah SD Muhamadiyah yang akan digusur apabila tidak mencapai murid minimal genap sepuluh siswa itu. Guru yang bernama N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid yang biasa di panggil Bu Mus itu hanya berijasah SKP (Sekolah Kepandaian Putri) yang ingin melanjutkan cita-cita ayahnya K.A. Abdul Hamid yang terus mengobarkan pendidikan islam. Lima tahun pengabdian Bu Mus di sekolah itu dan tiga puluh dua tahun pengabdiannya tanpa pamrih pada pak K.A. Harfan Efendy Noor bin K.A. Fadillah Zein Noor yang biasa di panggil pak Harfan itu yakni selaku kepala sekolah SD Muhamadiyah yang merupakan paman Bu Mus. Sekolah yang harusnya tak layak untuk dipergunakan belajar karena fasilitas yang tidak memungkinkan dengan atap seng yang selalu bocor apabila hujan dan dinding yang akan runtuh disegel dengan kayu besar serta bolong-bolong terbuat dinding kayu yang hanya ditutup koran itu. Saya merasa tercengang sekali nyaris tak ada kesempurnaan sekolah ini namun semangat Bu Mus melanjukan cita-cita ayahnya selalu terngiang di kepalanya, SD Muhamadiyah merupakan sekolah islam pertama dan paling miskin di Belitong. Kemungkinan seseorang yang menyekolahkan anak-anaknya ini karena suatu alasan yakni Guru yang mengajarnya tidak di gaji sehingga tidak menetapkan iuran, namun demikan orang tua murid hanya menyumbangkan sukarela saja, anak-anaknya yang kurang pendidikan islam sehingga di sekolahkan di SD Muhamadiyah serta kenakalan dan tidak di terima di sekolah manapun sehingga di sekolahkan di SD Muhamadiyah. Rencananya sekolah ini akan di tutup apabila murid tidak genap sepuluh, Bu Mus dengan semangat juangnnya mencari satu orang lagi, karena hanya ada sembilan yang akan mendaftarkan namun tak disangka Harun yang memiliki gangguan mental itu datang tiba-tiba memberikan warna baru yang tadinya menegangkan kini berubah rasa lega menjadi senang, usaha dan doanya Bu Mus tidak sia-sia akhirnya di temukanlah sepuluh murid itu yakni yang bisa di hitung dengan jari dan bisa ditebak karakternya itu adalah Ikal yang terobsesi hal baru, Harun yang murah senyum, Trapani yang rupawan, Syahdan yang liliput, Kucai yang sok gengsi, Sahar yang Ketus. A Kiong yang polos, Samson yang ingin berantusias dan terobsesi membesarkan badan yang duduk seperti patung Ganesha, Lintang yang jenius, dan Mahar yang menyukai seni mendalam. Dalam mengajar ibu Mus dengan ikhlas tanpa pamrih memberikan bimbingan dengan kesabarannya. Dalam filem ada guru bernama pak Bakri, bu Mus dan pak Bakri sudah 2 bulan tidak di gajih oleh pak Harfan, akhirnya pak Bakri geram dan menerima tawaran ngajar dari sekolah jawa itu. Bu Mus memang mempunyai pekerjaan sampingan yakni menjait pakaian yang pekerjaanya itu hanya sampingan saja. Bu Mus hanya ingin bercita-cita menjadi guru mengikuti jejak ayahnya itu. Walau sebenarnya dalam filem diceritakan bu Mus akan di lamar sorang saudagar kaya di jawa ucapan itu disindir oleh pamannya pak Harfan karena belum menikah, namun bu Mus menolaknya, ia berfikir bahwa sekolah tidak diukur dengan materi belaka yang nantinya akan habis, tapi ilmu bercucuran mengalir deras bagai air tanpa celah terus saja mengalir, luar biasa seorang wanita yang berprofesi guru itu memiliki hati yang mulia yang berjiwa lembut untuk mendidik anak-anak laskar pelangi dengan ikhlas. Lintang adalah sosok yang cerdas namun rendah hati semangatnya untuk berlajar dan sekolah sangat bersahaja walaupun perjalanan delapan puluh kilometer pulang pergi ditempuhnya dengan sepeda setiap hari, Lintang tidak pernah mengeluh mempertaruhkan nyawanya demi pendidikan yang setiap kali melewati perjalanan ke sekolah dihadang buaya, sungguh tragis dan sangat dinamis ia selalu berusaha untuk melewati buaya-buaya itu. Lintang benar-benar sosok yang bekerja keras patut kita tiru semangatnya yang luar biasa itu. Lintang adalah murid yang nomor satu yang mendaftar di SD Muhamadiyah mendaftarnyapun ia berani sendiri seorang anak kecil yang gagah berani. Sekolah muhamadiyah bisa mewujudkan persaingan yang hebat dengan sekolah PN Timah yang konon pada masa itu merupakan sekolah terelit dan termahal di daerah Babel, SD Muhamadiyah bisa memenangkan lomba cerdas cermat dan mampu menyaingi sekolah PN Timah itu dengan kejeniusan Lintang menjawab pertanyaan yang di lontarkan juri. Pada saat Parade Karnaval 17 Agustus SD Muhamadiyah juga memenangkan seni yang unik ciri khas dari negara Afrika sehingga piala yang di peroleh merupakan kebanggan tersendiri bagi SD Muhamadiyah ini berkat Lintang yang jenius dan Mahar yang membuat seni tari dari Afrika itu sehingga bisa memenangkan kontestanya. Begitupun pribadi Ikal yang unik tertera dalam kutipan pribadi yang positif, menurut buku, tidak boleh hanya memiliki satu rencana, tapi harus memiliki rencana alternatif yang disebut dengan istilah yang sangat susah di ucapkan, yaitu contingency plan! Rencana alternatif itu juga disebut rencana B, tentu saja dibuat jika rencana A gagal. Prosedurnya sederhana yakni: lupakan, tinggalkan, dan buang jauh-jauh rencana A dan mulailah mencari minat dan kemampuan baru. Setelah ditemukan maka ikuti lagi prosedur seperti rencana A. (laskar pelangi, hal 344 alinea 2 ) super sekali bahasa yang disampaikan penulis ini luar biasa memotivasi seseorang secara tersirat, ini hal yang benar-benar masuk kedalam hati nurani saya yang mendalam, bahawasanya ada rencana kedua yang akan digapai dengan cara yang sama denga usaha pertama. Ini juga di rasakan oleh Ikal yang ingin bercita-cita menjadi pemain bulu tangkis namun apabila rencana awal tidak sampai bisa digantikan dengan rencana kedua yakni sebagai penulis. Dalam persahabatan laskar pelangi yang sederhana dan elegan itu membuat saya ikut merasakan walau secara tidak langsung, sembilan tahun lamanya bencekrama dalam satu ikatan kini ketika meduduki kelas 3 SMP Lintang harus mengakhiri sekolahnya tertera dalam suratnya kepada Bu Mus : ibunda guru, ayahku telah meninggal, besok aku akan ke sekolah. Salamku. Lintang (laskar pelangi, hal 430). Suatu yang tidak terkira seorang yang diciptakan Tuhan dengan kejeniusan dan kecerdasan yang natural secara alamiah ini kini harus mengakhiri sekolahnya dikarenakan biaya dan ia harus mengurusi adiknya yang berjumlah empat belas bersaudara itu. Karena Lintang anak tertua dan hanya ia laki-laki satu-satunya yang paling besar, anak pesisir miskin itu yakni Lintang tidak memiliki Ibu kini disusul ayahnya meninggal. Tragis memang yang dirasakan sahabatnya yakni Ikal itu juga dirasakan oleh saya air mata bercucuran karena kehilangan sahabat yang sangat super semart itu apalah daya takdirlah yang menentukan. Di usia muda Lintang itu harus mengurusi adik-adiknya yang masih kecil sebagai pengganti ayahnya yakni seorang nelayan selama ini. Akan tetapi orang-orang kaya disana hanya menyepelekan masa belajarnya dengan hidup bersenang-senang diatas penderitaan orang miskin yang ternyata mempunyai kecerdasan yang tak terkira. Ikal merasakan kegundahannya dengan cara menyekolahkan sepupunya yakni Eryn ia adalah anak dari abangnya itu, sebenarnya Ikal tidak mau kehilangan orang-orang yang jenius kedua kalinya. Ia bekerja menjadi tukang pos untuk membayar kuliah Eryn walaupun sebenarnya tidak ia sukai pekerjaan ini. Ikal mendapat beasiswa karena hasil proposal riset yang ia buat, dari pekerjaannya sebagai pengirim pos surat yang harus subuh-subuh buta harus mengirim surat ke pada setiap instansi ternyata menghasilkan buahnya karen ia menderita insomnia sehingga waktunya dipergunakan untuk belajar dan belajar, dalam cara belajarnya itu ia mengikuti jejak Lintang yang mengkonsep catatan yang penting, Akan tetapi bukan hanya itu ia juga termotivasi karena ajaran pak Harfan, Bu Mus, dan kemuhamadiyahan, serta Herroit yang di berikan A Ling yakni cinta sekaligus pandangan pertamanya Ikal yang di dalam bukunya mengajarkannya tentang optimisme dan bagaimana Ikal harus berjuang untuk meraih masa depan. Setelah diperkuat dengan menonton filem laskar pelangi rupanya agak sedikit melenceng dari cerita novelnya dan dilebih-lebihkan dalam novel pak Harfan tidak meninggal akan tetapi kenapa dalam filem pak Harfan meninggal? Inilah harusnya dikaji secara luas. Lalu dalam novel tidak ada pak Mahmud dan pak bakri, apakah ini hanya mempertarikan sekenario dalam perfileman atau apa, dalam novel kuku A Ling yang disukai Ikal mempunyai kuku yang berkutek warna merah lantas dalam perfileman tidak di jelaskan justru kukunya tidak berkutek warna merah melainkan warna putih biasa. Menurut saya dalam perfilemannya tidak di jelaskan secara rinci terlalu dipercepat sekenarionya padahal novelnya sangat tebal dan isinyapun dirinci, dijelaskan secara akurat. Dalam novel bahasa yang dipergunakan bahasa baku sesuai EYD dan secara baku sehingga cukup komunikatif meskipun ada bahasa asing dalam selipan kata itu namun penulis mejelaskan dengan rinci, serta seluk beluknya diterangkan sehingga pembaca sangat puas menikmati karyanya yang disampaikannya itu. Dalam filem bahasa yang dipergunakan bahasa melayu. Dalam novel alur yang disajikan adalah alur campuran karena setelah dewasanya Ikal dan teman-teman laskar pelangi penulis menceritakan kembali isi sejarah yang sudah di ceritakan sebelumnya yakni masa kecil dahulu diceritakan kembali. Dalam filem pak Harfan meninggal, serta ayah Lintang juga meninggal. sedangkan dalam novel hanya ayah Lintang saja yang meninggal ketika melaut. Cerita yang sangat fenomenal dan saya sangat suka novel ini yang berbau motivasi diselipi kasih yang dalam ceritanya. Kelebihan dalam novel lebih akurat ceritanya dan sasaran kata yang belum dimengerti dijelaskan secara riil, lalu ada biografi Andera Hirata yang pada saat saya mengamati ternyata novel yang ia tulis memberikan semangat baru yang segar, sensasinya mampu memberikan perubahan menjadi agen of change, akan tetapi dalam novel ini ada halaman yang dua kali dikutip terdapat pada halaman 496. Kelemahan itu hanya sedikit namun keseluruhannya cukup baik dari segi kafer yang menarik ditambah gambar Andrea Hirata yang tersenyum simpul. Berbeda halnya dengan cerita di filem kelebihannya yakni penonton dapat lansung melihat gambar dan langsung menyaksikan secara seksama sedangkan dalam novel kita harus bermain imajinasi terlibih dahulu untuk membayangkan tokoh yang diperankan, akan tetapi dalam filem ada sedikit melenceng dari cerita, namun perbedaan itu memang perlu di ulas, tapi jika saya boleh menebak perbedaan dalam filem dan novel laskar pelangi itu hanya untuk mempertarikan saja, jika memang sutradara ingin memuaskan penonton atau dalam arti ingin memberikan hasil filem yang baik sehingga berbeda dengan novel. Akan tetapi dalam novel penulis juga tidak kalah untuk mempertarikan untuk memuaskan pembaca karena diselipi cerita yang sebenarnya dan jelas untuk di pahami, lalu imajinasi dan paradigma juga berfikir sehingga ada sikap positif yakni keritis dalam memberikan argumen serta pendapat yang berbeda bagi setiap pembaca. Disinilah menariknya yang menyihir pembaca akan opininya membandingkan antara novel dan filem yang disajikan. motivasi dan nasehat-nasehat yang baik melalui cerita seseorang yang ia pilih secara kekhasannya Terimakasih kepada Dosen Pak Firman yang telah memberikan tugas novel yang menarik, cerita ini yang saya sukai. Membuka cakrawala paradigma saya sebagai mahasiswa dan calon guru yang bersahaja seperti bu Mus dan pak Harfan. Dialah seorang guru yang tempo dulu “ pahlawan tanpa jasa” namun sekarang sudah menjadi “ pahlawan yang sudah berjasa”.

Senin, 31 Oktober 2011

Aku Beginilah nasibku Tanpa ayah tanpa ibu Betapa malah nasibku Demikian hidupku jadi kelabu Bercucuran air mataku Jika ku ingat dulu Tapi ini takdir tuhan Yang maha tahu Aku tak boleh mengerutu